Selamat Datang

Selamat datang di media saya,media ini hadir atas inisiatif saya sendiri yang kesemuanya isinya saya ambil dari sumber masyarakat biasa,yang berupa asumsi ataupun pendapat yang kesemuanya tujuan saya adalah menjalin silaturahmi & menyampaikan aspirasi dari masyarakat biasa seperti saya..
Mohonn maaf jika bahasnya blepotan jg banyak kata2 tidak enak di baca..

Kamis, 20 Oktober 2011

MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS

Semakin hari, zaman berkembang kian pesat. Sayangnya, perkembangan zaman ini turut mengubah pola dangayahidup remaja ke arah negatif. Perkembangan zaman semakin dibarengi dengan merajalelanya kemaksiatan. Ya. Pergaulan bebas dan perilaku menyimpang seolah telah menemukan kewajarannya. Padahal, hal ini merupakan cermin ketragisan sebuah zaman.
Penyalahgunaan Masa Remaja
Masa remaja boleh dikatakan sebagai masa paling berseri. Pada masa ini, para remaja melakukan ajang pencarian jati diri. Berbagai hal baru mereka coba, bahkan banyak yang terjebak dalam ranah pergaulan bebas. Ya. Pergaulan bebas di kalangan remaja sudah mencapai titik kritis, terutama masalah free sex atau seks bebas.

Pararemaja pun bisa dengan sangat mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, terutama saat malam Minggu. Selain menjangkiti kalangan SMA, para pelaku seks bebas ini telah merambah anak-anak SMP. Banyak kasus remaja putri yang hamil akibat “kecelakaan”. Padahal, mereka sebenarnya tidak memahami risiko yang akan dihadapi akibat perbuatan tersebut.

Pemicu Pergaulan Bebas

Banyaknya remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas bukan semata-mata tanpa sebab. Perbuatan itu turut diindikasikan oleh jaringan tertentu yang menggiring para remaja pada hal-hal berbau negatif. Salah satu faktor pemicu pergaulan bebas adalah tersedianya fasilitas tempat-tempat hiburan malam serta para penikmatnya yang seolah mendapatkan kesenangan luar biasa.
Pencegahan Dini

Bagaimanapun, tidak ada yang membenarkan perilaku seks bebas. Bahkan, agama sangat menentang perbuatan satu ini. Salah satu upaya untuk menjauhkan para remaja dari perilaku seks bebas adalah melakukan pencegahan secara dini. Salah satu caranya adalah memberikan pengetahuan mengenai seks terkait kebaikan dan keburukannya.

Sayangnya, orangtua cenderung merasa tabu membicarakan masalah seks dengan anak-anak. Padahal, hal ini merupakan langkah awal pencegahan anak untuk melakukan seks bebas. Berdasarkan survei, banyaknya remaja yang terjebak dalam seks bebas disebabkan oleh ketidaktahuan mereka mengenai urusan seks.

Ketidaktahuan itulah yang akan menjadi pemancing rasa ingin tahu mereka sehingga nekad melakukan seks bebas. Padahal, seks bukan hanya perkara hubungan intim antara seorang pria dan wanita.Adahal lain yang berhubungan dengan urusan seks, misalnya cara merawat organ vital, mencegah HIV, dan sebagainya.

Pembelajaran seks secara benar akan membuat para remaja melakukan pola hidup yang benar. Selain pendidikan tentang seks, setiap remaja harus dibekali dengan pengetahuan tentang agama. Bahkan, agama menjadi landasan utama pengontrol perilaku seseorang. Biasakan anak untuk mengenal Tuhan lebih dekat serta pengertian tentang dosa.
Orangtua Harus Ketat

Maraknya pergaulan bebas akan membentuk pribadi anak-anak menjadi seorang pembohong besar. Mereka akan melakukan berbagai kebohongan untuk memperoleh izin pergi malam maupun pulang sekolah terlambat. Mereka bisa saja berdalih belajar kelompok. Padahal, mereka pergi ke tempat hiburan bersama teman-temannya.

Oleh sebab itu, pengawasan orangtua mesti diperketat. Pastikan bahwa ucapan anak-anak itu benar. Jangan langsung percaya jika mereka minta izin belajar kelompok malam hari. Selain pengawasan ketat, orangtua perlu memberikan contoh perilaku yang baik terhadap anak-anak. Bagaimanapun, orangtua adalah figur panutan anak-anak yang akan dicontoh.
Jangan Jauhi Mereka!

Jika sudah telanjur hamil, anak-anak tersebut baru akan merasakan penyesalan mendalam. Terlebih, mereka akan diasingkan oleh teman-temannya. Padahal, mereka sebaiknya mendapatkan perlakuan yang normal. Namun, hal ini bukan berarti sebuah pembenaran akan perbuatan itu, melainkan salah satu upaya pencegahan agar mereka tidak terjerumus kedua kali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar